Harga Cabai Merah Naik Tajam Awal 2026, Ini Penyebab Utama dan Prediksi Pasar

Harga cabai merah awal tahun 2026 menjadi salah satu topik yang paling ramai dibicarakan di masyarakat. Dari pedagang pasar sampai ibu rumah tangga, semua merasakan dampaknya langsung di kantong. Data terbaru menunjukkan bahwa harga cabai, terutama cabai rawit merah, naik sangat signifikan dibandingkan sebelumnya — bahkan mencapai level yang cukup tinggi di pasar tradisional.

Tren Kenaikan Harga Cabai di Awal 2026

Menurut Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Nasional yang dikelola Bank Indonesia, harga cabai rawit merah di pasar eceran nasional awal Januari 2026 tembus sekitar Rp 70.000–Rp 70.500 per kilogram. Angka ini menunjukkan adanya lonjakan tajam dibandingkan harga rata‑rata di akhir 2025.

Selain cabai rawit merah, komoditas cabai lain seperti:

  • Cabai merah besar juga berada di kisaran puluhan ribu per kilogram,

  • Cabai merah keriting ikut terpengaruh dan menunjukkan harga tinggi di pasar tradisional.

Sudah jelas bahwa lonjakan harga ini tidak hanya terjadi pada satu jenis cabai saja, melainkan hampir semua varian cabai yang biasa dikonsumsi sehari‑hari.

Penyebab Utama Harga Cabai Merah Naik

Ada beberapa faktor yang berperan besar dalam kenaikan harga cabai merah di awal tahun ini. Memahami penyebabnya membantu kita tahu apakah ini hanya fenomena sementara atau tren yang berkelanjutan.

Baca Juga:
Update Terbaru BBM Subsidi 2026, Perubahan Kuota dan Dampaknya bagi Pengendara Harian

1. Gangguan Pasokan akibat Cuaca Ekstrem

Salah satu faktor terbesar yang membuat harga cabai meningkat adalah gangguan pasokan ke pasar. Cuaca ekstrem seperti hujan lebat dan perubahan musim yang tidak terduga membuat panen cabai terganggu di beberapa daerah penghasil utama.

Cuaca buruk tidak hanya memengaruhi jumlah hasil panen, tetapi juga kualitasnya. Cabai yang tumbuh dengan kualitas kurang bagus sering kali tidak bisa memenuhi standar pasar, sehingga petani menahan stoknya untuk diolah sendiri atau menunggu harga lebih stabil.

2. Permintaan Tetap Tinggi

Selama libur panjang seperti Nataru (Natal dan Tahun Baru) dan aktivitas memasak di rumah meningkat, permintaan pasar terhadap cabai ikut naik. Periode libur panjang membuat konsumsi pangan, termasuk cabai sebagai bumbu favorit sebagian besar masyarakat Indonesia, melonjak dari biasanya.

Ketika permintaan tinggi sementara pasokan berkurang, ini secara otomatis mendorong harga ke atas. Ini adalah hukum pasar sederhana: permintaan lebih besar dari pasokan bikin harga ikutan naik.

3. Efek Distribusi dan Biaya Transportasi

Selain itu, biaya distribusi dari daerah penghasil ke pusat kota juga menjadi pendorong lain naiknya harga cabai. Biaya transportasi yang meningkat, baik karena harga BBM yang tidak stabil maupun ongkos logistik yang lebih tinggi sejak akhir tahun lalu, membuat pedagang menambah margin harga demi menutup biaya operasional. Ini secara tidak langsung ikut menaikkan harga jual di pasar tradisional.

Dampak Kenaikan Harga pada Masyarakat

Kenaikan harga cabai punya dampak luas, apalagi cabai merupakan bagian penting dari konsumsi rumah tangga di Indonesia. Beberapa dampaknya antara lain:

Pengeluaran Rumah Tangga Meningkat

Sebelum naik, cabai sudah menjadi komoditas yang membuat anggaran belanja bulanan terasa berat. Kenaikan ini otomatis membuat belanjaan bulanan makin boros, terutama pada keluarga yang masak sendiri setiap hari.

Inflasi Pangan

Harga cabai yang tinggi juga ikut mendorong inflasi pangan yang tercatat dalam indeks harga konsumen. Ketika harga bahan pokok seperti cabai naik, ini biasanya menjadi salah satu komponen utama dalam perhitungan tekanan inflasi secara keseluruhan.

Perubahan Pola Konsumsi

Ada kemungkinan masyarakat mulai mengurangi konsumsi cabai atau beralih ke cabai alternatif yang lebih murah. Ini bisa memengaruhi permintaan pasar jangka pendek, namun tetap belum cukup untuk menurunkan harga jika pasokan belum stabil.

Prediksi Pasar Cabai di Beberapa Bulan Ke Depan

Melihat tren harga di awal 2026, banyak pihak mulai membuat prediksi tentang bagaimana perkembangan harga cabai ke depannya. Prediksi ini bergantung pada beberapa skenario utama:

Potensi Normalisasi Pasokan

Beberapa analis pasar dan pedagang memperkirakan bahwa pasokan cabai akan mulai stabil dalam beberapa minggu atau bulan ke depan jika cuaca mulai membaik dan panen kembali normal. Perbaikan pasokan bisa membantu menekan harga yang saat ini terasa sangat tinggi di pasar.

Tantangan Musiman yang Berkelanjutan

Namun, harga cabai masih punya risiko untuk tetap tinggi kalau kondisi cuaca masih belum stabil. Cuaca yang kurang bersahabat sering terjadi di awal tahun di sebagian besar wilayah penghasil cabai. Kalau ini terjadi, bisa jadi harga tidak turun drastis, bahkan bertahan di level tinggi, terutama jika permintaan tetap kuat.

Intervensi Pemerintah

Pemerintah biasanya melakukan intervensi di pasar jika harga komoditas pangan naik terlalu tajam, seperti mengatur pasokan dari daerah produksi, menambah stok di gudang strategis, atau menetapkan harga acuan tertentu. Intervensi ini pernah diterapkan di masa sebelumnya ketika harga cabai melonjak — dan ini bisa berulang jika tekanan harga masih tinggi.

Pola Konsumsi dan Perubahan Permintaan

Kalau konsumsi masyarakat tidak banyak berubah atau bahkan meningkat (misalnya karena momentum perayaan tertentu), permintaan bisa tetap tinggi. Ini berarti harga bisa bertahan di level premium untuk sementara waktu.

Tips Hemat Belanja Cabai untuk Konsumen

Di tengah kondisi harga cabai yang tidak stabil, berikut beberapa tips simpel untuk mengatur anggaran belanja:

Beli di Pasar Tradisional Lebih Awal

Seringkali harga di pasar tradisional sedikit lebih murah daripada di minimarket modern karena margin pedagang yang lebih kecil. Cek pasar pagi hari karena stok biasanya lebih lengkap.

Variasikan Penggunaan Bumbu

Kalau memungkinkan, kurangi pemakaian cabai yang sangat pedas dan gunakan variasi bumbu lain seperti paprika atau cabe kering yang kadang lebih murah.

Pantau Harga Secara Berkala

Gunakan aplikasi atau cek harga pangan strategis secara rutin supaya kamu bisa memilih waktu yang tepat untuk belanja dan tidak terkejut dengan lonjakan harga.